Tender Pengadaan SIMRS

diberbagai daerah sering kita dengar tentang pengadaan sistem informasi manajemen rumah sakit, baik yang di tenderkan secara terbuka maupun tertutup, perjalan tender pengadaan di rumah sakit rumah sakit milik pemerintah yang selama ini saya ikut cenderung terjadi manipulasi dan nepotisme serta kolusi yang cukup tinggi antara pihak rumah sakit dan vender.

Filled Under: Informasi

Protected: Hasil Meeting 16 November 2008

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Filled Under: Informasi
Enter your password to view comments

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS - SIMRS)

Pengembangan Sistem Informasi dan Hambatan-hambatannya:

Pengelolaan data Rumah Sakit yang sangat besar baik data medik pasien maupun data-data administrasi yang dimiliki oleh rumah Sakit sehingga mengakibatkan :

1. Redudansi Data, pencatatan data yang berulang-ulang menyebabkan duplikasi data sehingga kapasitas yang di perlukan membengkak dan pelayanan menjadi lambat, tumpukan filing sehingga memerlukan tempat filing yang cukup luas.

2. Unintegrated Data, penyimpanan data yang tidak terpusat menyebabkan data tidak sinkron, informasi pada masing-masing bagian mempunyai asumsi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit /Instalasi.

3. Human Error, proses pencatatan yang dilakukan secara manual menyebabkan terjadinya kesalahan pencatatan yang semakin besar dan tidak singkrong dari unit satu ke yang lainya dan akan menimbulkan banyaknya perubahan data (efeknya banyak pelayanan akan berdasarkan sesuka perawan/dokter sehinga dokter / perawat bisa menambah bahkan mengurangi data/tarif sesuai dengan kondisi saat itu, misal yang berobat adalah sodaranya makan dengan seenaknya dokter/perawat memberikan discont tanpa melalu prosedur yang tepat. Dan menimbulkan kerugian pada rumah sakit.

4. Terlambatnya Informasi, dikarenakan dalam penyusunan informasi harus direkap secara manual maka penyajian informasi menjadi terlambat dan kurang dapat dipercaya kebenarannya.

Era globalisai yang ditandai dengan adanya Perdagangan bebas mengharuskan sektor Kesehatan terutam Rumah Sakit untuk meningkatkan daya saing dengan memberikan pelayanan yg sebaik-baiknya kepada pelanggan ataupun pasien bahkan penyajian laporang yang akurat bagi para pengambil keputusan, bakan rumah sakit vertical cenderung untuk segera merubah tatana rumah sakit menjadi sebuah badan layanan umum, sehingga lebih mudah dalam penataan administrasinya.

Guna mengatasi hambatan–hambatan dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, keberadaan “Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit” sangat dibutuhkan, sebagai salah satu strategik manajemen dalam  meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan memenangkan persaingan bisnis. Sistem Informasi Manajemen merupakan prosedur pemrosesan data berdasarkan teknologi informasi yang terintegrasi dan di intergrasikan dengan prosedur manual dan prosedur yang lain untuk menghasilkan informasi yang tepat waktu dan efektif untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen, sehingga dalam tahapannya akan membuat bebrapa SOP baru guna menungjang kelancaran penerapan Sistem yang tertata dengan rapih dan baik.

Berdasarkan definisi di atas, maka kita dapat membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi 5 komponen utama guna menunjang terlaksanana penerapan system informasi yang benar dan sesuai kebutuhan:

  1. Software (Sistem Informasi Manajeman Rumah Sakit)
  2. Hardware (Perangkat Kerasa berupa Komputer, printer dan lainnya)
  3. Networking (Jaringan LAN, Wireless dan lainnya)
  4. SOP (Standar Operasional Prosedur)
  5. Komitment (Komitmen semua unit/instalasi yang terkait untuk sama-sama mejalankan system karena system tidak akan berjalan tanpa di Input)
  6. SDM (sumberdaya manusia adalah factor utama suksesnya sebuah system dimana data diinput dan di proses melalui tenaga-tenaga SMD tersebut)

Sistem Informasi Manajemen saat ini merupakan sumber daya utama, yang mempunyai nilai strategis dan mempunyai peranan yang sangat penting sebagai daya saing serta kompetensi utama sebuah organisasi dalam menyongsong era Informasi ini.

Di bidang    kesehatan    terutama Rumah Sakit sangat membutuhan Sistem Informasi Manajemen untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat untuk menyongsong ‘Indonesia Sehat 2010’.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan agar Sistem Informasi Manajemen yang dibuat dapat teraplikasikan dengan sukses :

  1. Development Master Plan, cetak biru pembangunan harus dirancang dengan baik mulai dari survei awal hingga berakhirnya implementasi, yang perlu diperhatikan adalah terlibatnya faktor pengalaman dalam membangun pekerjaan yang sama, serta peran serta semua bagian dalam organisasi dalam mensukseskan Sistem Informasi Manajemen yang akan dibangun, master plan ini yang akan menjadi acuan pembuatan sebuah sistem untuk jangka waktu tidak terbatas.

  1. Integrated, dengan integrasi antar semua bagian organisasi menjadi satu      kesatuan, akan membuat sistem berjalan dengan efisien dan efektif sehingga kendala-kendala seperti redudansi, re-entry dan ketidakkonsistenan data dapat dihindarkan, dengan harapan pengguna sistem memperoleh manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, perubahan pola kerja dari manual ke computer akan menimbulkan efek baik dan buruk bagi seorang tenga medis.

  1. Development Team, tim yang membangun Sistem Informasi Manajemen harus ahli dan berpengalaman di bidangnya, beberapa bidang ilmu yang harus ada dalam membangun sebuah Sistem Informasi Manajemen yang baik adalah: Manajemen Informasi, Teknik Informasi, Teknik Komputer, dokter, perawat dan tentunya orang-orang sudah sudah berkecipung dibidang pengembangan system informasi manajeman khususnya rumah sakit (kesehatan).

  1. Teknologi Informasi, ketepatan dalam memilih Teknologi Informasi sangat penting dalam pembangunan, komponen-komponen Teknologi Informasi secara umum adalah Piranti Keras (Hardware), Piranti Lunak (Software) dan Jaringan((Network). Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih teknologi adalah :

ü Price, harga sesuai dengan Teknologi Informasi yang didapat

ü Performance, diukur dari kemampuan, kapasitas dan kecepatan Teknologi Informasi menangani proses maupun penampungan data

ü Flexibility, kemampuan Teknologi Informasi saling beradaptasi dan  kemudahan pengembangan di masa yang akan datang

ü Survivability, berapa lama Teknologi Informasi mendapatkan dukungan dari vendor maupun pasar

ü Yang paling penting adalah sesuikan dengan kebutuhana pengembangan kemasa depan tentunya

Selain mengikuti suatu siklus hidup, dalam pengembangan sistem informasi, perlu dilakukan beberapa pendekatan, seperti:

1. Systems Approach

Pendekatan sistem merupakan pendekatan yang memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan yang utuh terintegrasi dengan semua kegiatan-kegiatan lain di dalam organisasi. Pendekatan sistem ini juga menekankan pada pencapaian sasaran keseluruhan dari organisasi, tidak hanya memperhatikan sasaran dari sistem informasi saja.

2. Top-Down Approach

Pendekatan ini dimulai dari tingkatan atas organisasi (strategic planning level), yaitu dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijakan organisasi. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi dapat ditentukan, maka proses turun ke penentuan output, input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan dari atas ke bawah ini sesuai dengan pendekatan sistem.

3. Modular Approach

Pendekatan moduler memecah-mecah sistem yang rumit menjadi bagian modul-modul yang lebih sederhana. Sebagai akibatnya, tiap-tiap modul dapat dikembangkan dalam waktu yang tepat sesuai dengan yang direncanakan, mudah dipahami dan mudah dipelihara.

4. Evolutionary Approach

Pendekatan ini akan menghasilkan suatu sistem yang mampu beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan organisasi di masa yang akan datang, sehingga didapatkan suatu sistem yang mempunyai biaya pemeliharaan yang rendah.

Secara besar system informasi harus dikelompokan pada kelas rumah sakit dan status rumah sakit

  1. Rumah Sakit Vertikal
  2. Rumah Sakt Umum Daerah
  3. Rumah Sakit Umum Swasta
  4. Rumah Sakit Spesialist

Dengan dikelompokannya rumah sakit kedalam kelompok-kelompok diatas guna mempermudah sejauh mana tingkat kebutuhan system informasi terutama yang di dasarkan pada modular, modul-modul yang di gunakan oleh rumah sakit daearh tentu akan berbeda dengan rumah sakit vertical maupun swasta.

Kendala-kendala yang sering terjadi dilapangan saat implementasi adalah

  1. ketidak siapan rumah sakit dalam menerapkan system informasi yang terintergrasi dan berbasi kmputer.
  2. penyajian data yang belum semua menjadi data electronic yang akan memudahkan pada proses migrasi data.
  3. Komitment yang dilaksanakan secara bersamaan dan menyelur sehingga menimbulkan kekacaun pada data transakit.
  4. koordinasi antar unit bagian yang terkesan mementingkan unit masing-masing
  5. berubah-ubahnya kebijakan
  6. Mengubah pola kerja yang sudah terbiasa dengan manual ke komputerisasi
  7. pemahaman yang belum merata antara SDM terkait
  8. dan lain-lain

Filled Under: Informasi

May 28, 2008 · Filed Under RISET

Eris Lidya Purba, Agastya, Anis Fuad

INTISARI

Latar belakang: Sistem dan teknologi informasi merupakan komponen yang penting dan memiliki peran atas keberhasilan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan, termasuk juga rumah sakit. Teknologi informasi berpotensi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi. Sejak September 2006, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematangsiantar telah mengaplikasikan sistem informasi rumah sakit (SIRS) berbasis komputer. Namun demikian, dampak dari penerapan SIRS bagi RSUD Pematangsiantar belum diketahui.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SIRS di RSUD Pematangsiantar berdasarkan Human-Organization-Technology (HOT) dan juga untuk mengetahui persepsi pengguna terhadap kemudahan dan manfaat serta akseptansi dan kepuasan pengguna terhadap SIRS
Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yang bersifat eksploratif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dan observasi.
Hasil: Wawancara dilakukan pada 11 orang operator sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna setuju terhadap implementasi aplikasi SIRS sederhana karena penggunaannya mudah dan responnya cepat sehingga meningkatkan kinerja pengguna. Secara umum pengguna menerima dan puas terhadap SIRS. Pengguna berharap seluruh unit dapat terkomputerisasi.
Kesimpulan: Semua pengguna menerima SIRS karena kemudahan dan manfaatnya. Selain itu, sebagian besar pengguna merasa puas karena SIRS dapat membantu aktivitas kerja mereka.

Kata Kunci: Kemanfaatan, Kemudahan dalam Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Penerimaan Pengguna, Sistem Informasi Rumah Sakit

Filled Under: Informasi

Selamat Datang!!

Kami Memberikan Solusi bagi semua masalah anda, silahkan konsultasikan berbagai permasalahan kepada kami, insya allah kami bantu dengan pengetahuan kami.

Filled Under: Informasi
Comments Off